Aku selalu bertanya d mana 'bahagia'?
Aku sering tertawa, pernah jatuh cinta, gembira, berhasil, mencintai, dan dicintai. Tapi di mana 'bahagia'?
Tawa dapat hilang dlm sekejap, gembira hanya tercipta seperti sebuah kesempatan, keberhasilan hanya seluas check point, mencintai kadang berbuah kecewa. dicintai kadang terasa hambar.
Aku percaya 'bahagia' tidak berlangsung sesaat, tidak hanya muncul dlm kesempatan, tidak tergantung oleh kemenangan, tidak mati dlm tangis, tidak pernah terasa hambar.
'bahagia' seharusnya hadir di setiap saat; di saat tawa, tangis, dan diam. 'bahagia' harusnya tidak hanya di saat gembira; gajian, ulang tahun, dapat bonus, cuti, atau promosi jabatan; tp juga di saat tidak sedang mengalami itu semua.
'bahagia' harusnya mengiringi perjuangan, menemani kemenangan, dan memeluk kekalahan.
'bahagia' harusnya bukan kasmaran. Karena dia tidak hanya ada di saat jatuh cinta, tapi juga di saat jenuh. Tidak hanya ada di saat katakata manis menggoda, tapi juga di saat-saat yg mengesalkan. 'bahagia' harusnya membuat cinta yg ada tidak pernah terasa hambar, tapi menciptakan perasaan kaya yang konstan.
Aku percaya 'bahagia' adalah sepanjang masa.
Di mana 'bahagia'? Aku tidak tercipta dalam kebadian. Aku tidak hidup dalam sepanjang masa.
Apa artinya aku tidak bisa 'bahagia'? Apa 'bahagia' hanya ada setelah aku mati, karena aku diajarkan bahwa setelah mati, ada keabadian. Apa 'bahagia' tidak ada di dunia, karena dunia tidak sepanjang masa?
Malam ini, di tengah doaku akan kesembuhanmu, aku berjanji pada Tuhan, tidak akan lagi mengejar 'bahagia'. Aku berjanji, aku akan benar-benar berhenti.
Karena... Sebenarnya aku sudah dikenalkan pada 'bahagia'. Aku telah berpurapura bertanyatanya, di mana 'bahagia'. Aku berpurapura mencari, karena aku ingin memiliki. Aku memaksa dgn mendalih kehendak Tuhan; bahwa 'bahagia' dikenalkan padaku, agar kumengerti, bukan kumiliki.
Bahagiaku, adalah kamu.
Tuhan menunjukkannya di saat aku tertawa, menangis, marah, berhasil, gagal, kesal kecewa, berharap, memaki, dan memelukmu. Tuhan telah menunjukkannya padaku, dulu. Tuhan telah mengenalkanku dengan kamu, bahagiaku.
Aku berjanji, malam ini, pada Tuhan, untuk berhenti mencari. Aku berjanji, mulai malam ini, hanya akan inginkan kebahagiaanmu. Hanya inginkan kehidupanmu. tidak perlu hidup bersamamu. Aku cukup mengenalmu, bahagia-ku.
Aku berjanji pada Tuhan, untuk hidup bahagia sepanjang masa-ku, dalam rasa syukurku telah mengenal,merasakan,kamu-bahagiaku.
Aku berdoa akan kesehatan dan kebahagiaanmu, sepanjang masa-mu.
Aku tau, bahagia itu abadi.
Aku tau, bahagia telah kumiliki di hati, bukan di langkah kaki.
Aku tau, bahagiaku, kamu.
Aku berjanji takkan mencari lagi. Aku berjanji akan menjaga dlm hati.
My Happiness doesn't have to be living with me, My Happiness is simply here, as long as you are finely alive.
I write this blog cause it's so hard to speak up my feelings to the world, to people, to your family, and even to your loved ones. No one to blame, it's just that life isn't so dreamy, so people get fake, judgmental, and skeptical. So here I am, writing down my story to the page that doesn't even know what's fake and what's real. Cause it's not a big deal. Make life lyrical,
Subscribe to:
Posts (Atom)
Types of drunk friends Part One; The Newbie
Happy New Year 2018! What kind of New Year Eve's people are you? Are you the one who do terrible things in bars? Or throwing an old-fa...
-
Kepompong itu melepuh bukan karena khawatir kupu-kupu tidak menemukan cinta sebesar cinta yang kepompong berikan. Kepompong itu melepuh buka...
-
Sandiwara dimana sang pengendara pemberani yang hanya berpura - pura berani berkendara melalui jalan tol yang lurus dan kosong menanti lamba...